 |
| Kita sudah di wisuda, sekarang kita mulai menghadapi kehidupan nyata |
Ruswan.id - Masa perkuliahanku telah usai, perjalanan selama kurang lebih 4 tahun mengikuti masa-masa perkuliahan terasa tidak begitu lama, kini ku telah menyandang glear sarjana dengan gelar akademik ST, sebuah gelar yang menambah sedikit dari namaku saat ini. Selesai masa perkuliahan bukannya selesai sebuah perjuangan, melainkan kehidupan baru yang betul-betul nyata telah dimulai. Aku yang kini bekerja di kampus Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) termasuk orang yang beruntung, betapa tidak, saat ini masih banyak kawan-kawanku yang kesana kemari untuk mencari pekerjaan yang cocok dengan bidangnya, tetapi alhamdulillah sudah sekitar setahun ini saya bekerja di kampus UMMI.
Di kampus saya menempati posisi sebagai Staff IT (Software), sebuah posisi yang jauh berbeda dengan posisi-posisi lain karena mayoritas pekerjaannya ada didalam komputer, jadi harus stand by terus didepan komputer. Disini saya serasa sendirian mengerjaan pekerjaan, kalau bahasa elitnya mungkin bisa disebut full stuck developer, ketika ada kendala atau mentok dalam hal melaksanakan tugas, tidak ada teman dekat yang bisa membantu tugas saya ini, hanya google dan teman-teman di facebook yang bisa membantu saya, tetapi demikian saya tetap bersyukur karena dengan begitu pun sedikit demi sedikit permasalahan yang saya hadapi bisa teratasi.
Di awal semester ini saya mendapatkan tawaran dari dosen saya, Bu Asriyanik namanya, beliau menawarkan saya untuk mengajar mata kuliah Pemrograman Web II karena dosen utamanya tidak dapat mengajar lagi dikarenakan sudah menajadi PNS, jadi PNS itu dilarang menjadi dosen disini, ah kalau aturannya saya sendiri kurang begitu tahu. Mendengar tawaran ini saya tidak langsung menyetujuinya karena saya tidak mempunyai basic dalam hal mengajar, saya terlebih dahulu menghubungi calon istri saya yang merupakan mahassiwa di jurusan pendidikan, beliau memberikan saran, seandainya malah membuat cape dan menambah beban mending jangan dulu saja katanya, tetapi kalau sekiranya serba memungkinkan maka sebaiknya diambil. Tidak hanya itu, saya juga menghubungi kedua orang tua saya, dan mereka berdua juga menyerahkan sepenuhnya kepada saya. Dengan berbagai pertimbangan tersebut, akhirnya saya putuskan untuk mengambil tawaran tersebut, dan saya mulai mengajar.
Rasa syukur tentu saja saya rasakan, karena diberikan amanat yang mulia yaitu mengajarkan sesuatu yang telah saya dapatkan selama ini. Tetapi selain rasa syukur saya juga merasa khawatir karena saya ini tidak punya basic sebagai seorang guru ataupun dosen, saya kuliah di jurusan teknik dan tidak ada matakuliah mengajarnya. Saya khawatir kalau dengan saya mengajar ini malah menghambat perkembangan keilmuan mahasiswa yang saya ajari, karena sewaktu saya berkuliah juga saya sempat diajar oleh asisten dosen dan saya kurang merasakan ilmu yang bisa didapatkan darinya, saya khawatir hal yang sama terjadi pada mahasiswa yang saya didik.
Dengan terus berdo'a dan bertanya kepada dosen-dosen saya, akhirnya saya terapkan cara mengajar yang sebelumnya pernah dosen saya lakukan dan saya menyukainya. Semoga dengan cara mengajar ini bisa membuat para mahasiswa faham dengan apa yang saya sampaikan, kalaupun ada yang kurang berkenan, saya dengan senang hati akan memperbaikinya.