Trik Dapat Kerja Sebelum Lulus Kuliah
 |
| Foto bersama dengan karyawan dan petinggi kampus Universitas Muhammadiyah Sukabumi |
Ruswan.id - Hidup memang untuk ibadah, dan salah satu dari sekian banyak ibadah itu adalah mencari nafkah. Mencari nafkah bisa dilakukan dengan berbagaimacam cara, salah satunya adalah dengan bekerja. Hidup di Indonesia memang susah susah gampang, dimana banyaknya pencari kerja tetapi lowongan kerja hanya sedikit saja. Diartikel ini saya akan bercerita tentang pengalaman saya bisa bekerja dengan layak sebelum lulus kuliah.
Mencari pekerjaan di Indonesia memang bukan hal yang mudah. Dengan jumlah penduduk yang banyak, persaingan semakin ketat dan sulit. Oleh karena itu, kamu perlu mempersiapkan diri sebaik mungkin agar mampu bersaing mendapatkan pekerjaan yang kamu inginkan. Persiapan itu harus mulai kamu kantongi jauh-jauh sebelum hari kelulusanmu.
Saya menempuh perkuliahan dengan jenjang S1 di Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI), satu-satunya universitas di Sukabumi samapai artikel ini saya terbitkan, disana saya mengambil jurusan Teknik Informatika, jurusan yang bisa disebut kestrim karena hanya ada sekitar 10% perempuan dari keseluruhan mahasiswanya, bahkan kurang. Bagaimana tidak, di kelas saya pun yang jumlah muridnya hampir 40 orang hanya terdapat 2 orang perempuan saja. Saya tidak akan membahas tentang itu, teteapi saya akan sedikit berbagi pengalaman tetang pengalaman saya selama perkuliahan sapai bisa mendapat kerja.
Ikut Berbagai Macam Organisasi Akan Membuatmu Mendapatkan Banyak Relasi
 |
| Menjadi panitia seminar JangSUMO 2 (Jangan Susah Move On Jilid 2) bersama sahabat-sahabat LDK AL-UMM |
Sejak awal masuk bangku kuliah, saya menekadkan pada diri saya sendiri agar bisa mendapatkan relasi sebanyak-banyaknya, dan untuk mendapatkan hal tersebut salah satunya adalah dengan mengikuti banyak organisasi. Beberapa organisasi yang waktu itu saya ikuti adalah Himpunan Mahasiswa Islam (HmI), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Lembaga Dakwah Kampus (LDK) AL-UMM, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Librari Lovers Community (LLC), Coder Sukabumi (CORUMI) dan komunitas-komunitas lain sebagainya. Meskipun semakin kesini seleksi alam tentang semangat saya berorganisasi semakin berkurang, tetapi setidaknya dari setiap organisasi yang sempat saya ikuti saya bisa mendapatkan pengalaman dan relasi yang baru.
Aktif di Kampus dan Bergaulah dengan Orang-Orang yang Berpengaruh di Kampus
 |
| Foto bersama setelah sharing tentang SLiMS yang dimotori oleh kepala Perpustakaan UMMI, Ibu Yanti Sundari, S.Sos. |
"Dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung", mungkin itulah istilah yang agak cocok untuk hal ini. Saya belajar di kampus UMMI berarti saya juga harus akrab dan bergaul dengan orang-orang yang berpengaruh di UMMI, itulah kira-kira yang ada di pikiran saya waktu itu. Saya mulai mengkarabi dan membantu orang-orang di kampus yang sekiranya membutuhkan bantuan dan kita bisa membantunya, saya waktu itu tidak mengharapkan untuk mendapatkan balasan atau yang semacamnya, yang saya kejar waktu itu adalah relasi dan kepercayaan, akhirnya saya bisa sedikit bantu-bantu di perpustakaan UMMI yang dikepalai oleh Ibu Yanti Sundari. Saya bisa akrab dengan ibu Yanti lewat komunitas baca Library Lovers Community (LLC), waktu itu ibu Yanti memperkenalkan sebuah sistem perpustakaan baru yang bernama SLiMS (Senayan Library Management System), kebetulan saya kuliah di Teknik Informatika (TI) jadi bahasa pemrograman sistem tersebut tidak begitu aneh bagi saya, sehingga saya bisa cepat mengerti dan mengaplikasikannya. Setelah itu saya diajak untuk mengikuti berbagai kegiatan yang berkaitan dengan perpustakaan dan juga sistemnya, saya juga dipercaya untuk membuat website perpustakaan UMMI. Perlu sahabat semua tahu bahwa Ibu Yanti Sundari ini yang paling membantu saya di kampus sehingga bisa menjadi karyawan UMMI seperti sekarang ini. Terimakasih yang sebanyak-banyaknya saya sampaikan untuk beliau.
Menjadi Wartawan Kampus Mempermudah Mendapatkan Relasi
 |
| Bersma para fotografet kepanitiaan masa taa'aruf dan keakraban (MASTAKA) UMMI 2014 |
Waktu itu Unit Pelayanan Hubungan Masyarakat dan Penerimaan Mahasiswa Baru UMMI (UPT HUMAS dan PMB UMMI) membutuhkan seorang jurnalis atau wartawan kampus untuk mengelola website dan mempublish berita-berita seputar kampus, saya di rekomendasikan oleh Ibu Yanti Sundari yang merupakan kepala perpustakaan UMMI untuk menempati posisi ini, saya pun tanpa berpikir panjang menerima tawaran ini, dan akhirnya saya resmi menjadi wartawan kampus UMMI dibawah UPT HUMAS dan PMB UMMI. Diposisi ini saya mulai banyak mengenal orang-orang dikampus, karena hampir setiap ada kegiatan dikampus saya selalu hadir untuk melakukan peliputan. Cukup lama saya di posisi ini, hingga sampai waktu kuliah kerja nyata (KKN) pun saya masih di posisi ini.
Ketika kegiatan KKN berlangsung, saya mendapatkan tudas untuk menghubungi dosen pembimbing lapangan (DPL) yang sedang berada di kampus, waktu itu saya tidak hanya menemui DPL saja, tetapi menemui bagian IT kampus juga, namanya Pak Yonan Bastiar, beliau adalah bagian IT UMMI yang telah bekerja di UMMI semenjak UMMI berdiri. Saya ngobrol-ngobrol ringan dengan pak Yonan, dan akhirnya saya juga iseng-iseng bertanya kepada pak Yonan apakah di UMMI ada lowongan di bidang IT atau tidak, seandainya ada saya minta untuk dihubungi karena sedang membutuhkan pekerjaan tersebut. Selain itu juga saya memberanikan diri bertanya kepata ibu Yanti Lestar yang merupakan kepala UPT HUMAS dan PMB UMMI tentang status saya sebagai wartawan kampus apakah memungkinkan untuk menjadi karyawan tetap UMMI ataukah tidak.
Mulai Menjadi Staff IT Universitas Muhammadiyah Sukabumi
 |
| Udah resmi berbatik Kampus UMMI |
Waktu pun terus berjalan, dan KKN pun akhirnya selesai. Saya kembali ke rutinitas di kampus sebagai mahasiswa biasa dan juga wartawan kampus seperti sebelumnya. Tidak disangka-sangka ternyata saya dipanggil untuk menghadap ke Pak Yonan yang waktu itu baru diangkat menjadi Kepala IT UMMI. Ternyata pak Yonan menindaklanjuti pertanyaan saya diwaktu sebelumnya, saya ditanya apakah sekiranya mau dan siap untuk membantu dan bekerja sebagai staff IT UMMI, dan tanpa berpikir panjang saya pun menyanggupi tawaran tersebut.
Sebelum akhirnya saya menjadi karyawan UMMI, saya ditanya oleh kepala bagian umum dan kepegawaian UMMI tetang kesepakatan jam kerja karena saya masih harus mengikuti perkuliahan sedangkan jam kerja dimulai dari jam 07:30 pagi sampai jam 15:30 sore. Waktu itu ibu Sri mengajukan dua opsi, opsi yang pertama adalah dengan menambah jam kerja di hari sabtu dan opsi yang kedua adalah dengan menambah jam pulang sesuai dengan brapa jam saya meninggalkan pekerjaan untuk ikut perkuliahan. Karena saya membutuhkan hari sabtu untuk kebutuhan yang lain, akhirnya saya memilih opsi kedua yaitu menambah waktu jam pulang sesuai dengan waktu yang diambil untuk mengikuti perkuliahan.
Sempat Akan Mundur dari Pekerjaan Karena Sedikitnya Bekal Ilmu yang Dibawa
 |
| Tempat kami memang berantakan, tetapi tanpa adanya kami semua sistem akan berantakan |
Sekitar dua bulan pertama saya bekerja, saya sempat berpikir untuk mundur. Alasannya memang sederhana, karena ilmu saya masih jauh dari tugas utama yang harus saya kerjakan. Bagaimana tidak, saya adalah orang pertama yang membuka sourcode dan database Sistem Informasi Akademik (SIAK) UMMI. Ternyata SIAK tersebut dibangun dengan platfrom yang betul-betul saya belum mengerti. Saya sempat beberapa kali berbicara dengan pak Yonan kalau kemampuan saya ternyata masih jauh dari tugas yang harus saya kerjakan, dan setiap kali saya berbicara hal tersebut, pak Yonan selalu memberi semangat dan mempersilahkan saya untuk terus belajar sambil praktik bekerja.
Selain bercerita ke pak Yonan, saya juga berceria ke salah satu dosen Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) yang sudah saya anggap sebagai ibu sendiri, dosen tersebut adalah Ibu Leonita Siwiyanti. Ke si ibu saya bercerita tetang keluh kesah saya karena belum bisa mengerjakan yang seharusnya saya kerjakan, akhirnya si ibu memberikan nasihat yang cukup menenangkan jiwa dan pikiran, si ibu juga bercerita bagaimana dia dulu di tempatkan di tempat kerja yang jauh dari keahliannya.
Setelah itu saya pun kembali bekerja dan belajar lebih giat lagi, dan bagaikan tetesan air yang jatuh ke batu lama-lama menjadi cekung juga, akhirnya sayapun sedikit demi sedikit mulai bisa mengerjakan apa yang sudah menjadi kewajiban saya dalam bekerja.
Ada Tujuan dan Alasan yang Kuat Sehingga Saya Bisa Seperti ini
 |
| Foto profil facebook : "S", Kamu adalah semangatku |
Pernah mendengar istilah "The Power of Kapepet"?
Mungkin itulah yang mendasari saya sehingga bisa bekerja seperti sekarang ini. Saya mempunyai tujuan dan alasan yang begitu kuat sehingga bisa berbuat seperti sekarang ini. Keluarga di rumah dan satu perempuan yang sedang saya perjuangkan adalah tujuan dan alasan yang membuat saya teteap bertahan dan mau menjalani semua ini. Banyak teman-teman saya yang mungkin masih bersantai dan menikmati indahnya kebebasan dengan keuangan yang masih mengalir dari orang tua, tetapi tidak begitu dengan saya, saya tidak mungkin lagi membebani orang tua saya yang dari mulai saya dikandung suadah mengurusi saya, saya juga harus berjuang untuk perempuan dan masa depan saya nanti. Untuk menghadapi dan mempersiapkan semua itu tentunya saya harus belajar dan berusaha di hari ini yang sedang jalani.
Semoga apa yang saya lakukan ini bisa mendapat ridho dari Allah S.W.T., semoga juga kisah singkat saya ini bisa memberi sedikit manfaat dan inspirasi bagi kalian semua yang membaca tulisan ini.
Terimakasih untuk semua orang yang telah membantu saya sampai saya bisa menjadi seperti ini, semoga Allah membalas kebaikan kalian dengan kebaikan-kebaikan yang lebih banyak lagi. Aamiin.