Dosen Pembimbing Skripsi Itu Baik
Ruswan.id - Skripsi, sebuah kata yang mempunya berjuta arti dan kesulitan bagi yang akan dan sedang mengerjakannya. Kalau menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia skripsi adalah karangan ilmiah yang wajib ditulis oleh mahasiswa sebagai bagian dari persyaratan akhir pendidikan akademisnya. Benar sih pengertiannya, tetapi ada momok yang begitu menakutkan dibalik kata ini bagi mahasiswa S1 tingkat akhir.
Karena skripsi ibarat penutup dari serangkaian perkuliahan yang diikuti selama sekitar 4 tahun, maka tidak aneh kalau skripsi ini menjadi sesuatu yang sangat-sangat spesial bagi mereka yang masuk kedalam masanya. Berbagai macam alasan sontak muncul dalam proses pengerjaan skripsi ini, mulai dari alasan dosen pembimbingnya yang tidak mendukung sampai memang belum bahkan tidak bisa mengerjakannya, lalu ngapain aja kuliah selama 4 tahun ini? Ini pertanyaan yang kita semua harus jawab sendiri kalau mendapat pertanyaan seperti itu.
Untuk dosennya sendiri saya rasa semuanya baik, karena dosen juga diberikan amanat oleh Program Studi untuk membimbing mahasiswanya agar bisa mengerjakan skripsinya dengan baik dan juga tepat waktu. Tetapi dalam kenyataannya tidak sedikit mahasiswa yang menyebutkan bahwa dosennya itu susah atau bahkan menyusahkan. Helloo..!! Yang menyusahkan itu dosennya atau kamunya sih??
Pengalaman saya selama mengerjakan skripsi itu bukan dosennya yang menyusahkan, tetapi kitanya saja yang bermalas-malasan dalam mengerjakan skripsi ini. Di buku panduan disebutkan minimal bimbingan skripsi itu sebanyak 10 kali, tetapi nyatanya kamu sudah bimbingan berapa kali sampai waktu bimbingan itu habis, saya yakin tidak banyak yang bimbingannya sampai 10 kali, karena sayapun demikian.
Jadi berhentilah menyalahkan dosen apabila skripsimu tidak selesai-selesai, karena yang mengerjakan skripsi itu kamu sendiri dan dosen itu hanya membantu dan membimbing kamu agar kamu mengerjakan skripsinya dengan baik.