Ruswan.id - Sakit adalah persepsi seseorang bila merasa kesehatannya terganggu. Penyakit adalah proses fisik dan patofisiologis yang sedang berlangsung dan dapat menyebabkan keadaan tubuh atau pikiran menjadi abnormal. (
wikipedia)
مَا مِنْ مُسْلِمٍ يُصِيبُهُ أَذًى مِنْ مَرَضٍ فَمَا سِوَاهُ إِلَّا حَطَّ اللَّهُ بِهِ سَيِّئَاتِهِ كَمَا تَحُطُّ الشَّجَرَةُ وَرَقَهَا
“Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu penyakit dan sejenisnya, melainkan Allah akan mengugurkan bersamanya dosa-dosanya seperti pohon yang mengugurkan daun-daunnya.” [HR. Bukhari dan Muslim]
Beberapa waktu yang lalu saya terkena sakit yang lumayan parah, awalnya memang bermula dari kecapean dan banyaknya yang menjadi beban pikiran, akhirnya badanpun mengekpresikan apa yang sedang dia rasakan. Badan ini terasa sakit semuanya, panas dingin sudah tidak aneh lagi, susah makan dan susah jalan pun menjadi pelengkap dari rasa sakit ini, akhirnya mau tidak mau saya harus full bed rest.
Hidup di perantauan memang tidaklah mudah, dalam keadaan sakitpun saya harus mengurus dan merawat diri sendiri, sedih sih, tetapi itulah yang bisa dan harus saya lakukan. Takut ada hal yang tidak diinginkan akhirnya saya memutuskan untuk menghubungi orang tua dirumah bahwa saya sedang dalam keadaan sakit yang lumayan parah, akhirnya ayah jauh-jauh datang menjenguk sambil mengantarkan kakek ke rumah sakit. Iya betul, disaat yang bersamaan kakek pun sakit batu ginjalnya kambuh dan harus dibawa ke UGD. Saya sendiri tidak sempat dirawat, karena saya rasa dan berharap agar dengan di istirahatkan di kostan pun sakitnya bisa sembuh. Ayah hanya satu malam saja menengok dan mengurus saya di kostan, selanjutnya ayah menemani kakek yang sedang dirawat di rumah sakit.
Sudah beberapa hari saya terbaring sakit, akhirnya perempuan yang paling saya sayangi setelah mamah datang menjenguk, dia diantarkan temannya karena sedang mengikuti kegiatan wajib dari kampus di tempat yang cukup jauh. Sungguh perasaan yang teramat bahagia saya rasakan ketika waktu itu.
Hari berlanjut dan sakit pun masih berlanjut, masih seperti biasa harus merawat dan mengurusi diri sendiri. Dalam keadaan seperti itu hanya gadget dan televisi yang setia menemani saya. Untuk menghibur diri sendiri dan menghilangkan kejenuhan selama dalam proses istirahat total saya membuka beberapa media sosial untuk berinteraksi dengan teman-teman, waktu itu saya tidak mengatakan sakit parah di medsos karena saya rasa tidak ada manfaatnya juga, saya seakan sehat-sehat saja dan facebook pun selalu aktif. Kesini-kesini banyak yang bertanya, katanya lagi sakit tapi ko facebookan terus. Jujur kurang enak juga sih ditanya seperti itu karena saya memang benar-benar sakit dan bangun dari tempat tidurpun susah, dan aktifitas yang bisa saya lakukan untuk berinteraksi dan melihat kegiatan teman-teman diluar sana adalah lewat media sosial. Ah sudah lah, mungkin mereka belum merasakan saja bagaimana rasanya sakit di kostan sendirian dan harus mengurus dan merawat diri sendiri.
Waktu sakit juga saya di jenguk oleh teman-teman kerja dari kampus, rasanya bahagia sekali karena bisa ikut ketawa bersama lagi bareng mereka. Saya berharap aga diberikan kesehatan oleh Allah S.W.T. karena kesehatan itu adah investasi yang paling berharga, kesehatan juga adalah mahkota bagi setiap orang.