RUSWAN.ID - Indonesia merupakan salah satu negara yang mempunyai jumlah penduduk dalam keadaan kurang mampu (miskin) cukup banyak, faktor pendidikan adalah salah satu penyebab lambatnya proseses pengurangan keluarga pra-sejahtera. Selain itu, pendidikan yang diikuti dengan kurang maksimal tidak akan menghasilkan hasil yang maksimal juga. Saat ini jumlah pengangguran yang mempunyai gelar S1 tidak bisa dikatakan sedikit, bukan karena tidak ada lowongan pekerjaan, tetapi tidak ada pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan ataupun keilmuannya.
Di artikel ini saya akan sedikit membahas tentang penyebab dan juga solusi dari salah satu permasalahan banyaknya pengangguran saat ini, sebagai sample saya akan mengambil studi kasus dari kampus saya sendiri. Tanpa ada sedikitpun niat untuk merendahkan atau mengurangi rasa hormat dan sayang terhadap semua sahabat saya ketika berkuliah, tetapi saya hanya coba sedikit mengingatkan diri sendiri dan juga teman-teman pembaca blog ini tentang salah satu faktor penyebab sedikitnya peluang yang mungkin kita dapatkan.
Di masa saya kuliah, terdapat beberapa teman satu kelas yang mempunyai semangat belajar tinggi, mereka adalah Adam Muslim, Alief Alghifari dan juga Firman Abdul Hakim. Mereka sangat rajin dan tampak menonjol dalam segi pemrograman website, bukan tiba-tiba bisa langsung seperti itu sekaligus melainkan melalui proses yang cukup panjang dalam proses belajar.
Ketika waktu kosong kuliah, sering sekali kami belajar barsama, saling berbagi ilmu dan pengalaman, saling mengingatkan dan memotivasi. Kami bukan tipe anak tongkrongan yang menghabiskan sebagian besar waktu senggangnya hanya untuk sekedar ngobrol-ngobrol yang tidak jelas, tetapi kami juga buka anti nongkrong karena sewaktu-waktu kami juga ikut nongkrong guna membangun dan menjaga silaturahmi dengan teman-teman yang lain.
Sewaktu kuliah, Alhamdulillah kami mempunyai prinsip dalam diri kami sendiri untuk terus belajar dan mempersiapkan masa depan sebisa mungkin, kami sadar kalau suatu saat nanti akan ada masanya dimana kami harus terjun ke masyarakat dan menghidupi diri sendiri. Jalang terbaik untuk mempersiapkan semua itu adalah dengan mempersiapkan bekal sebisa mungkin. Salah satu bekal yang kami persiapkan adalah dengan memperdalam kemampuan dibidang pemrograman website / sistem.
Masa perkuliahanpun akhirnya selesai, akhirnya kami harus memulai kehidupan baru masing-masing, dengan sedikit bekal yang telah dipersiapkan semasa kuliah, kami coba mencari peluang untuk mendapatkan rizki, yaitu dengan mencari pekerjaan sesuai jurusan dan kemampuan. Alhamdulillah kami akhirnya mendapatkan hasil dari apa yang kami usahakan, pepatah "hasil tidak akan menghianati proses" akhirnya terbukti, saya lanjut kerja di kampus UMMI sebagai IT Developer, Adam Muslim kerja di Jakarta sebagai Website Designer, Firman Abdul Hakim dan Alief Alghifari kerja di Bogor sebagai IT Developer juga.
Pesan dari saya untuk saya pribadi dan untuk teman-teman pembaca semuanya, teruslah belajar dan memperkaya ilmu beserta pengetahuan, karena peluang akan terbuka lebar untuk kita yang berilmu.